Advertisement

Main Ad

Intip Mainan Edukatif guna Si Kecil Selama di Rumah Saat Hilangkan Bosan

Intip Mainan Edukatif guna Si Kecil Selama di Rumah Saat Hilangkan Bosan

Biar nggak bosen.

 


Kurang lebih delapan bulan anda berada pada masa pandemi Covid-19. Aktivitas di luar lokasi rumah tinggal jadi terbatas. Semua dilaksanakan di dalam lokasi tempat tinggal termasuk hal sekolah.

Di masa pandemi laksana sekarang, semua orang tua mesti bekerja sarat waktu mendidik dan menghibur anak-anak di rumah.

Bagi tidak sedikit orang tua, adalah tantangan tersendiri untuk mengawal anak-anaknya supaya tetap produktif dan terhibur.
Para orang tua stres dan lelah, namun mereka lebih memilih mengawal anak mereka di lokasi tempat tinggal daripada cemas mereka dapat saja sakit. Meski anak-anak tetap sehat, kami mesti memantau perkembangan mereka, kata Dr. Meida Tanukusumah, dokter spesialis ibu dan anak, Jakarta pada Kamis, 19 November 2020.

Dr Meida menyoroti empat bidang pertumbuhan yang mesti sering sering sekali dipantau. Keempatnya yakni pertumbuhan sosial, pertumbuhan bahasa, kemampuan motorik halus, dan kemampuan motorik kasar.

Jadi kegiatan menarik

Yang sangat rentan ialah perkembangan sosial dan bahasa, yang terpengaruh saat anak-anak tidak mempunyai interaksi dua arah.

Meskipun kegiatan layar dapat menolong anak-anak dalam tidak sedikit hal sekitar pandemi ini, namun tersebut adalah interaksi satu arah dan empiris dua dimensi.
 

Mainan tidak jarang sekali menjadi teknik yang baik untuk anak-anak guna mempelajari kemampuan penting, ujar Dr. Meida.
 

Saat ini mainan juga dapat membantu secara psikologis. Banyak anak sebetulnya sudah hendak kembali ke sekolah, namun mereka dapat melupakan sejenak saat mereka terbenam dalam permainan kreatif yang mengasyikkan, jelasnya.

GummyBox yang adalah perusahaan mainan Indonesia terus berjuang menyediakan kegiatan menarik, mendidik dan tanpa layar untuk ribuan anak sekitar pandemi COVID-19.

Ada lebih dari 50 mainan

Sejak dikenalkan pada 2015, GummyBox menyediakan tidak sedikit pilihan mainan guna anak-anak.

Perusahaan ini sudah merancang lebih dari 50 mainan pendidikan termasuk perlengkapan kerajinan, permainan papan, percobaan sains, dan puzzle guna belajar.
 

Orang tua mempunyai pilihan, namun kami sekarang menyaksikan pilihan yang lebih seksama untuk mainan sensoris, mendidik, dan tanpa layar. Sejak pandemi dimulai, kami pun juga melihat lebih tidak sedikit permintaan bakal mainan yang dapat dinikmati semua keluarga, laksana permainan papan dan kotak kegiatan kami, kata Audrey Irawan, pendiri GummyBox.

Dengan reputasinya dalam menyerahkan konten Yang mendidik dan kreatif, materi berbobot dan berkualitas dan kenyamanan yang paling dibutuhkan, semua orang tua memilih GummyBox.

Setiap kotak aktivitasnya dikemas cocok dengan pelajaran yang dibutuhkan supaya anak bisa langsung mengawali karya kreatifnya.

Harga lumayan terjangkau

GummyBox memungkinkan tidak sedikit anak kecil guna bereksplorasi secara mandiri, sebab aktivitasnya dirancang secara aman dan tepat cocok dengan kumpulan usia.

Produk terpopuler guna anak umur 4-8 tahun antara lain, perlengkapan menciptakan batik, set diorama laut, dan permainan papan dinosaurus. Tim GummyBox bakal terus merancang produk dan konten pendidikan baru.

Selalu ingat #PesanIbu guna selalu membasuh tangan, menggunakan masker, dan mengawal jarak guna pencegahan virus COVID19. Jika tidak, anda akan kehilangan orang-orang tercinta dalam masa-masa dekat.

Batuk dan BB Anak Turun Drastis, Bisa Jadi Gejala TBC

Keluhan batuk pada anak kerap dirasakan hal enteng dan akan sembuh dengan sendirinya. Terutama andai anak tidak demam tinggi. Hal yang tidak sedikit tak disadari orangtua merupakan, batuk pun juga merupakan fenomena Tuberkulosis (TB) pada anak.

Dikutip, tuberkulosis (TB) ialah penyakit yang dapat menyerang segala usia, tergolong anak-anak. Risiko TB pada anak bahkan lebih tinggi, menilik daya tahan tubuh mereka yang masih lemah.

Penyebab tuberkulosis pada anak dan dewasa sama, yakni infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kendati demikian, fenomena TB pada anak ingin sulit dideteksi sampai-sampai sering terlambat ditangani.

Untuk menghindari situasi tersebut, ini ialah gejala TB pada anak yang sangat penting diketahui orangtua mesti diwaspadai:

Batuk Berdarah
1. Batuk Tak Kunjung Sembuh

Selalu ingat kapan si kecil mulai batuk-batuk, dan telah berapa lama fenomena itu berlangsung. Apakah telah lebih dari 2 minggu?

Bila ya, lebih baik segera membawanya ke dokter. Batuk yang tak kunjung sembuh atau membaik setelah beberapa hari biasanya bisa menjadi fenomena tahap mula TB pada anak.

Perhatikan pun juga cairan yang terbit saat anak batuk. TB tak selalu mengakibatkan batuk berdarah. Jika anak tampak kesakitan ketika batuk dan dadanya terangkat, ini pertanda tak baik, segera konsultasi dengan dokter.

2. Batuk Berdarah

Di samping tak kunjung sembuh, TB pada anak juga dapat menyebabkan batuk keras dan berdarah. Dalam istilah medis, batuk berdarah dinamakan dengan hemoptisis.

Hal ini dapat terjadi dampak pembuluh darah di dekat kavitas (lubang) yang pecah sebab serangan kuman tuberkulosis. Gejala ini lazimnya disertai demam, nyeri dada, dan sesak napas. Bila tidak dipedulikan berlarut-larut, situasi ini dapat mengancam keselamatan.

Sekian semoga bermampaat ya.

Posting Komentar

0 Komentar